Selalu ada harap-harap cemas di dalam sebuah perjalanan. Bersama siapa dan ke mana kita berjalan, akan ada rasa cemas yang berkecamuk dalam diri.
Aku tahu, dalam menjalani sebuah perjalanan, akan selalu ada batu-batu krikil atau pun batu besar yang menghalangi. Dengan siapapun kauberjalan, kau akan tetap menghadapi semua itu.
Aku juga tahu, dalam menjalani sebuah perjalanan, akan ada rasa di mana aku merasa tak berharga bagimu, pun mungkin kau sebaliknya.
Akan ada selalu ada perbedaan, ya karena kita berbeda.
Namun, dalam sebuah perjalanan, pun harus dilandasi rasa saling percaya dan memahami.
Misalnya, dalam memutuskan untuk berhijab, kita pasti akan melewati rintangan-rintangan yang berat. Namun, bukankah kita percaya? Bahwa Allah menjanjikan sesuatu yang besar atas keputusan kita dalam berhijab. Bahkan kita percaya pada ayat-ayat Allah bahwa janji Allah itu pasti. Bukan?
Pun berjalan bersamamu. Aku percaya, tidak ada yang kebetulan dalam dunia ini. Allah tidak mungkin secara kebetulan mempertemukan kita. Iya, aku dan kamu.
Allah punya maksud atas semua yang sudah ditakdirkan. Termasuk untuk para pembaca blogku yang bisa dihitung pakai jari.
Percayalah, terutama percaya pada Allah.
Aku percaya Allah mahabaik. Dan selalu begitu.
Perjalanan yang masih sangat sebentar ini, akuharap dapat terus berjalan meski dengan jalan yang berkelok2.
Perjalanan yang masih amat panjang ini, akuharap akan terus dan terus berjalan meski harus diwarnai dengan rasa sedih atau kesal karena harus melewati bersama seseorang yang selalu ngambek atau cengeng.
Percayalah, aku akan mencinta dan terus mencinta. Walaupun terkadang memarahimu yang tidak mengerti apapun.
Aku hanya gundah dan gelisah. Dan tak ada yang bisa kulakukan selain marah padamu.
Ada rindu yang tidak bisa tersampaikan, kau hanya harus memahaminya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar