Rabu, 2 Januari 2019. Siapa yang sangka, aku akan melihatmu lagi setelah lebih dari 180 hari tak saling bertatap.
Siapa sangka, aku akan memelukmu lagi. Siapa sangka, itu benar-benar kamu.
Rabu lalu seperti baru kemarin, namun nyatanya aku sudah berpisah lagi denganmu di bandara.
Lima hari yang kita habiskan, rasanya baru kemarin..
Aku masih ingat, kita baru saja berpegang tangan, aku masih ingat rasanya. Aku masih bisa merasakannya. Aku masih ingat, kita masih tertawa saat kamu pergi dan kita berpisah di bandara.
Aku masih ingat betapa aku berjuang untuk menahan tangis sejak perjalanan. Mencoba untuk tersenyum dan berfoto-foto denganmu.
Namun, ternyata ada rasa yang tidak bisa kubohongi, pun saat kau pergi.
Aku tidur untuk menutup betapa sedihnya aku. Namun, ternyata aku memang terlalu payah.
Aku rindu, percayalah.
Aku ingin temu.
Cepatlah kembali.
Dari aku yang tidak sedang menangis sekarang saat menulis ini dan pandai membohongi perasaanku.
Jakarta, 7 Januari 2019