Senja, mengapa tak datang hari ini? Mengapa tidak hadir hari ini?
Senja, hari ini aku mendapat sebuah pelajaran baru tentang diriku. Hujan banyak memberikanku pemahaman baru tentang arti mencintaimu.
Senja, hujan ingin aku banyak mengerti tentangmu. Hujan ingin aku duduk dan mencoba bersabar padanya. Pada rintik-rintik hujan yang semakin deras. Pada kilat menakutkan.
Senja, kautahu? Hujan mengajarkan bahwa ada kata yang tidak perlu disampaikan padamu. Aku hanya perlu memendamnya sampai kau dapat mengerti sendiri.
Senja, tahukah bahwa hujan membuatku mengerti arti jarak yang sesungguhnya. Ia memintaku mengerti bahwa kau takkan selalu bisa bersama denganku. Aku hanya perlu mengerti, memahami. Aku hanya perlu percaya padamu, Senja.
Senja, ada banyak kalimat yang tak tersampaikan, semoga nanti kau akan mengerti betapa aku sangat mencinta. Cinta pada sinar oranye yang sangat indah. Cinta pada keindahan yang tak pernah membuatku bosan pada senja.
Senja, percayalah. Ada rasa yang terus menerus menggebu-gebu. Namun, aku hanya perlu bersabar dan berdoa kata Hujan.
Hujan sore ini banyak memberi arti. Banyak memberi makna.
Senja, meskipun bayangmu tak tampak sore ini, aku tetap mencintaimu.
Senja, doakan aku semoga aku adalah dia yang Tuhan titipkan untukmu.
Senja, doakan aku semoga adalah apa yang terbaik yang sudah tertulis di langit sana.
Senja, aku ingin mencintaimu seperti hujan sore ini.