Selasa, 12 Maret 2019

Untuk Bumi Palestina

Waktu sore ini, termenung, bersedih namun terpupuk rasa iri atas apa yang baru dibaca. Tentang sebuah perjuangan yang sangat besar, tentang banyak cerita di salah satu sisi bumi Allah. Tentang kebebasan, tindakan yang sungguh tidak manusiawi.

Bagaimana bisa berita yang dulu sangat berkobar-kobar tersiar di seluruh penjuru dunia, bagaimana bisa kejadian yang sangat memakan banyak korban, kini seperti terasa sangat biasa dengan tanya  "Ehiya, gimana ya sekarang keadaan di sana?"

Bulan-bulan penuh kebohongan, janji palsu, fitnah justru dipertontonkan dengan nyata dan terang-terangan. Tidak pernah penting! Bulan yang penuh dengan omong kosong dan uang yang dihambur untuk sebuah tujuan. 

Di sini semua sibuk berdebat memperjuangkan nama baik pihak satu dan yang lainnya. Semua sibuk mempertahankan kelompoknya masing-masing dengan menjual harga diri dan nurani.

Lalu, bagaimana kabar Palestina? kabar Suriah? Bagaimana dengan para anak kecil hafizh yang ingin sekali terbebas dari suara tembakan, ledakan bom dan teriakan yang mengerikan.

Bagaimana jika kita bayangkan saja jika kita ada di posisi mereka saat ini. Kita yang kadang malah bertengkar dengan sahabat saudara, bahkan tetangga. Kita yang buta karena dunia dan isinya. Yang terasa sangat benar.

Bagaimana hanya karena beda pilihan, maka tak ada rasa empati dari kalian untuk membantu satu keluarga menguburkan jenazah? atau bahkan kalian tidak memberikan lahan untuk liang lahatnya?
Dimana rasa empati sekarang? rasa iba? atau rasa saling menyayangi.

Apa kita tidak malu dengan mereka yang berada di sana? berada di wilayah yang sangat berbahaya, banyak peluru yang tidak tahu dari mana asalnya, yang bahkan siap menancap di kepala. Mereka berani untuk mengorbankan segalanya demi agama dan sebuah rumah.

Mereka rela mengorbakan nyawa mereka demi orang lain agar bisa merdeka. Dimana nurani?


Bukankah berita tentang Palestina ini sudah ada jauh beribu tahun yang lalu tercatat di kitab Alquran?
"(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: Tuhan kami hanyalah Allah." (Q.S Hajj:40)

Terlalu banyak Allah memberikan clue mengenai kejadian ini dari jauh-jauh hari melalui ayatNya.
Tidakkah kita menyadarinya?

Dilansir dari detik.com, Setidaknya 253 warga Palestina telah tewas akibat tembakan tentara Israel sejak Maret 2018. Sebagian besar tertembak saat aksi-aksi protes mingguan di perbatasan Gaza. Sejumlah lainnya tewas akibat tembakan tank tempur atau serangan udara Israel di Gaza.

Itu baru beberapa dibandingkan jumlah tahun-tahun sebelumnya.

Terlalu banyak mereka yang meninggal syahid di bumi palestina. Terlalu banyak perjuangan dan tetes darah yang dikorbankan demi islam. Lalu tahukah apa yang akan mereka dapatkan nanti?

"Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)," bunyi terjemahan dari Surat Al-Qashshash ayat 5.

Bahkan Allah sudah menjanjikan sebuah karunia bagi semua para korban yang tewas karena berjihad di sana. 

ماشالله

Tidakkah kita berpikir?

Jangan kan untuk membantu mereka?  Apakah kita masih tersentuh ketika membaca berita mengenai kepedihan yang dialami mereka? Apa kita masih tergerak untuk selalu ingin mencari tahu kabar terkini mengenai keadaan di sana? Apa yang selama kita lihat di ponsel adalah tentang mereka?

Apa masih ada mereka dalam doa kita?

Mungkin tidak. Mungkin ini kah alasan Allah tidak mendengar doa-doa kita? Karena hanya tentang kita di dalamnya?  Mungkinkah karena ketidakpekaan kita tentang mereka.

أستغفرلله 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Bumi Palestina

Waktu sore ini, termenung, bersedih namun terpupuk rasa iri atas apa yang baru dibaca. Tentang sebuah perjuangan yang sangat besar, tentang...