Samar-samar, terasa air ombak yang menyapu bersih pinggir2 pantai yang kupijaki. Semilir angin berusaha mengibas jilbab biruku. Warnanya hampir sama dengan biru langit saat di Yogyakarta.
Baru pertama kali, tapi sudah menbuat rindu. Sungguh. Ingin rasanya berpetualang di sana.
Samar-samar kuingat semua rasa sekaligus keindahan di sana. Aku ingin kembali.
Ada cerita tentang cinta di langit Yogyakarta selama lima hari. Pelajaran yang amat berharga bagiku dan bagimu. Cerita tentang memupuk rindu.
Bagi pasangan long distance pasti mereka bakal berkata,"Ah lebay lo berdua! 5 hari aja kangen."
Ini bukan soal berlebihan atau tidak. Ini soal rasa.
Di langit Yogyakarta, aku bersyukur. Pernah melihat betapa bahagianya tertawa lepas dengan teman-teman yang hampir selalu hadir di kelas dan kantin selama hampir tiga tahun belakangan.
Di langit Yogyakarta, aku juga bersyukur. Aku dapat terus menjaga hati dan janjiku padamu. Dan tentu, aku bersyukur karena aku tak goyah pada janjiku dan memilihmu ketimbang masa laluku.
Di langit Yogyakarta, aku ingin kembali. Menulis berbagai kisah yang indah. Berkali-kali menulis namamu di pinggir pantai, namun sang ombak selalu menghapusnya.
Lima belas hari. Sepuluh untukmu, lima untukku. Kamu pergi, tapi aku merasa bahwa hatimu masih di sini. Aku terharu bukan main waktu itu.
Lima untukku, tapi kaumerasa aku tidak di sana denganmu. Kamu sangat lucu. Menggemaskan.
Di langit Yogya, aku berpesan bahwa aku akan kembali bersamamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar