![]() |
| Pic: pinterest |
Aku melihat sebuah pemandangan yang membuatku teringat dan menggerutu di dalam hati.
Siang itu, matahari sangat terik. Sampai-sampai buat semua orang merasa butuh air dingin.
Siang itu, matahari juga menyengatku. Tidak,tidak. Aku tidak cemburu. Sama sekali tidak. Karena, aku sudah punya dan rasakan apa yang kulihat siang tadi di stasiun itu.
Seorang pria berkemeja kotak-kotak dengan garis hijau tua, menggenggam sebotol air mineral dingin dan sekotak susu rasa stroberi.
Awalnya, aku tidak memerhatikannya. Sungguh. Aku lebih serius dengan gawai yang ada di tangan.
Namun, entah kenapa. Acap kali melihat kotak susu dingin rasa stoberi,aku jadi teringat seseorang.
Entah sudah berapa kali menulis tentang orang ini. Tapi, rasanya tidak pernah berubah.
Si pria itu duduk di jok motornya sambil meminum air mineral. Ia sekarang persis di depanku yang sedang duduk di pelataran stasiun.
Tak lama, seorang wanita berambut pendek dan berponi menghampirinya. Dengan sweater pink, ia menghampiri si pria dengan wajah manis sambil meraih susu kotak stroberi.
Aku kembali tersenyum melihatnya. Karena aku semakin mengingat seseorang.
Mereka cukup lama bercengkrama duduk di atas motor tua itu.
Ya, kini aku mengabaikan gawaiku dan malah memerhatikan apa yang kulihat di depan mataku.
Mereka sesekali tertawa, dan si pria mencium kening si perempuan berponi itu sambil sesekali mengusap keringat di jidat si perempuan berponi.
Kau tahu? Tampaknya, mereka sama sekali mengacuhkanku. Aku yang malah salah tingkah dibuat mereka.
Aku kembali teringat kepada sessorang pria.
Iya. Ingat kamu.
Saking seriusnya, aku sampai kaget ada telpon masuk darinya.
Dia menjemputku, aku tidak sabar mau cerita.
Kautahu, aku sungguh sangat senang, mungkin selama ini, aku terlihat seperti pasangan sejoli yang kutemui di stasiun itu. Mungkin, banyak pasang mata yang melihat, namun aku pun tidak menyadarinya saking bahagianya.
Mereka mengingatkanku padamu. Pada susu rasa stroberi kadang dingin, tapi tidak dingin kalau aku lagi batuk.
Mereka mengingatkanku padamu. Pada sebuah senyuman saat kaumenatapku.
Mereka mengingatkanku pada kita. Betapa bahagianya kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar