Sabtu, 14 Oktober 2017

Memuliakan Orang Tua


“Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”
Begitulah sebait ayat firman Allah yang terdapat dalam Q.S Al-Isra:23 mengenai sikap yang harus dilakukan oleh seorang anak dalam memuliakan kedua orang tuanya. Ayah dan ibu adalah kedua sosok pertama yang hadir ketika seorang anak lahir di muka bumi ini. Kasih sayang dan cintanya bak air mengalir di terik  panasnya mentari.
Saat anak lahir, ibu menyapihnya selama dua tahun, merawat hingga besar, mendidik bak madrasah yang terbaik dengan menanamkan pesan kepada seorang puterinya yang beranjak dewasa, “Kamu adalah perempuan, jadilah sebaik-baiknya perempuan yang mampu terbang setinggi langit dengan cita-citamu namun tetap rendah dalam hatinya.”  
Meskipun berbeda dengan Ayah yang mungkin lebih banyak diam, namun ia tetaplah pahlawan gagah yang mencari nafkah untuk anak-anaknya hingga tubuh tak kuat lagi menopangnya untuk berdiri.  Ya, begitulah perjuangan yang dilakukan oleh ayah dan ibu untuk anaknya.

Maka sangatlah wajar bila bahkan Tuhan sangat memuliakan keduanya bahkan sangat melarang seorang anak mengucapkan kata “Ah” bagi keduanya. Pengorbanan mereka sungguh luar biasa dan bahkan takkan bisa dibayar dengan uang bertriliyun pun. Tak peduli walaupun pekerjaan mereka hanyalah seorang pemulung sekali pun  mereka tetaplah sangat mulia.
Namun sangat disayangkan bila kini banyak ditemui kasus-kasus seorang anak tega menganiaya sang ibu atau seorang anak membunuh sang ayah hanya karena persoalan sepele. Seperti kasus seorang anak yang tega dengan sadisnya membunuh ayah kandungnya di Ciamis karena sang ayah terus menegur anaknya yang bersikap tak sopan saat sedang sarapan bersama. Hal tersebut sungguhlah sangat menyayat hati, seorang anak yang takkan bisa menggantikan semua yang telah orang tuanya berikan bahkan dengan menggendongnya berjalan kaki beribu-ribu kilometer jauhnya malah tega menghabisi nyawa ayahnya sendiri.
Sebagai seorang anak sudah seharusnya berbakti kepada ayah dan ibunya bukan malah menganiaya apalagi membunuh ayah dan ibu yang pada hakikatnya pasti mencintai anaknya, tak peduli bagaimana bentuk dan rupa sang anak.
Ayah dan ibu akan tetap menyayangi anaknya meskipun sang anak selalu membangkang perintahnya. Mereka akan tetap mendoakan yang terbaik bagi kebahagiaan anaknya meskipun anaknya  mungkin malah mengabaikannya. Mereka bahkan  melupakan kebahagiaan dirinya sendiri demi anak-anaknya. Begitulah sosok ayah dan ibu yang harus dimuliakan

17 komentar:

  1. Balasan
    1. Alhamdulilaah. Emang wajib itu sayang orang tua😁

      Hapus
  2. Semoga kita bisa menjadi anak yg patuh kepada orang tua. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yaAllah. Karena berbakti kepada orang tua adalah kunci utama sukses dunia dan akhirat,kan mas? Hehehe

      Hapus
  3. Bagus banget mbak tulisan nya, saya suka

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Iya,Mas. Alhamdulilaah kalo tulisan saya dapet berpengaruh.

      Hapus
  5. Balasan
    1. Siyap,Kak! Hehehe tungguin tulisan selanjutnya,ya

      Hapus
  6. Alhamdulillah saya anak sholeh

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah saya anak sholehah

    BalasHapus

Untuk Bumi Palestina

Waktu sore ini, termenung, bersedih namun terpupuk rasa iri atas apa yang baru dibaca. Tentang sebuah perjuangan yang sangat besar, tentang...